Menggali Potensi Produk Lokal Melalui Meaningful Learning di SMPN SATAP Kembang Lala Oleh Lodovikus Darman Hari Rabu, 22 Oktober 2025, teras sekolah SMPN SATAP Kembang Lala berubah menjadi etalase penuh warna. Di atas meja kayu sederhana, deretan piring menampilkan aneka makanan tradisional yang tersaji dengan apik. Ada keripik, makanan ringan, hingga jajanan khas yang mungkin sudah mulai jarang ditemui di warung-warung modern. Di balik setiap sajian itu, terpancar kebanggaan dalam mata siswa-siswi kelas IX yang berdiri dengan seragam cokelat muda mereka. Momen itu bukan sekadar hari biasa melainkan puncak dari perjalanan pembelajaran yang menggabungkan teori di kelas dengan kearifan lokal yang hidup di sekitar mereka. Kegiatan yang berlangsung hari itu merupakan wujud nyata dari pendekatan kokurikuler dalam Kurikulum Merdeka, sebuah terobosan yang diusung dengan penuh semangat oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Bapak Abdul Mu'ti. Berbeda dengan pembelajaran konvensiona...
Postingan
Menampilkan postingan dari Oktober, 2025
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Trik Membedakan Orang Jujur dan Licik Lewat Pola Pikir dan Logika Bicaranya Oleh Lodovikus Darman, S.Fil Artikel ini ditulis bertolak dari pengalaman penulis dalam pendampingan dan pembinaan peserta didik serta berdasarkan kajian psikologi komunikasi dan observasi pola interaksi. Semoga bermanfaat untuk meningkatkan kepekaan sosial kita dalam berinteraksi sehari-hari. Pernahkah Anda merasa ada yang "ganjil" saat berbicara dengan seseorang, tapi tidak bisa menjelaskan kenapa? Atau pernah merasa yakin bahwa ada sesuatu yang disembunyikan dari ucapan lawan bicara, meskipun kata-katanya terdengar meyakinkan? Naluri kita sering kali menangkap sinyal-sinyal halus yang bahkan tidak kita sadari secara logis. Ternyata, kemampuan ini bisa diasah. Pola pikir dan logika bicara seseorang adalah jendela untuk melihat karakternya. Apakah ia orang yang jujur atau justru manipulatif. Dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan membedakan keduanya bukan sekadar soal melindungi diri. Ini tentang mem...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Jiwa Sakit dan Mimpi Mati Oleh Lodovikus Darman Guru BK SMPN SATAP Kembang Lala Di sebuah ruang BK yang sederhana, seorang siswi kelas VIII duduk dengan kepala tertunduk. Ketika ditanya mengapa nilainya terus menurun, ia hanya berbisik, "Saya merasa kosong, Pak. Seperti tidak ada gunanya belajar." Ini bukan cerita tunggal. Ini adalah realitas yang kini menghantui ruang-ruang kelas kita. Ketika Jiwa Sakit, Belajar Menjadi Beban Kita hidup di era paradoks informasi berlimpah, namun motivasi belajar justru menipis. Siswa SMP kita tidak kekurangan akses pada pengetahuan, mereka punya smartphone , internet, dan segala kemudahan teknologi. Namun yang mereka kekurangan adalah kesehatan jiwa yang memadai untuk menyerap semua itu. Data Kementerian Kesehatan (2023) mencatat 15,5% remaja Indonesia mengalami gangguan mental emosional. Namun angka ini hanya puncak gunung es. Di lapangan, sebagai guru BK, saya menyaksikan lebih banyak lagi siswa yang gelisah tanpa sebab, mudah menangi...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Menuju Ekosistem Pendidikan Berkualitas: Refleksi atas Sinergi MKKS Kecamatan Congkar Oleh Lodovikus Darman Pertemuan rutin Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kecamatan Congkar yang diselenggarakan pada Rabu, 8 Oktober 2025 di SMPN SATAP Kembang Lala, menandai komitmen berkelanjutan para pemangku kepentingan pendidikan dalam menjaga soliditas koordinasi di tingkat kecamatan. Kehadiran 12 Bapak/Ibu Kepala Sekolah, didampingi oleh Ketua MKKS Bapak Teobaldus Partoyo dan Bapak Fransiskus Mungga selaku Pengawas Sekolah tingkat Kecamatan Congkar, mencerminkan semangat kolaboratif yang menjadi fondasi peningkatan mutu pendidikan. Forum semacam ini menjadi ruang strategis bagi sinergi antara kebijakan, supervisi, dan implementasi di level satuan pendidikan. Pertemuan ini menghadirkan agenda yang seimbang antara dimensi simbolik dan substantif. Dari sambutan yang membangun motivasi hingga sosialisasi Pembelajaran Mendalam ( Deep Learning) yang memperkaya wawasan pedagogi...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Kesaktian Pancasila atau Kesaktian Ritual Kosong? Oleh Lodovikus Darman Tulisan ini Semacam Refleksi Kritis Saya sebagai Guru PPKn di SMPN SATAP Kembang Lala Setiap 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Namun pertanyaannya adalah kesaktian macam apa yang sesungguhnya kita rayakan? Apakah sekadar ritual seremonial yang mengulangi narasi heroisme masa lalu, ataukah momentum refleksi kritis tentang bagaimana nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup dalam praktik keseharian kita, terutama di ruang pendidikan? Saya acapkali melihat ironi yang menyakitkan bahwa Pancasila sering diajarkan sebagai dogma hafalan, bukan sebagai filsafat hidup yang membumi. Kita sibuk menghafalkan bunyi sila-sila tanpa pernah sungguh-sungguh mempertanyakan apa artinya menjadi manusia yang berketuhanan, manusiawi, bersatu, demokratis, dan berkeadilan sosial dalam konteks konkret kehidupan peserta didik kita? Krisis Implementasi Di sinilah letak masalah fundamental. Pendidikan P...