"SEMPENSAKELA dalam Lintasan Waktu: Catatan Seorang Guru"

 




Oleh Walter Srifatan
(Kepala SMPN SATAP KEMBANG LALA)


Pembaca budiman, dunia pendidikan SMP selalu penuh dinamika dan tantangan yang mengajarkan saya untuk terus belajar. Kenyataan semacam itu menyadarkan saya bahwa setiap hari membawa pelajaran baru yang layak untuk dibagikan. karena pada intinya pendidikan sejati terjadi ketika saling menginspirasi. 


Saya mengabdi pada salah satu Lembaga Pendidikan Menengah yakni SMPN SATAP KEMBANG LALA, satu-satunya Lembaga Pendidikan Menengah di Desa Kembang Mekar, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Selama belasan tahun mengabdi pada lembaga ini, saya sudah menyaksikan langsung bagaimana sekolah kami terus berkembang menjadi lingkungan pembelajaran yang unggul, kreatif, inovatif, dan penuh inspirasi. 

SMPN SATAP KEMBANG LALA atau biasa kami sebut dengan SEMPENSAKELA, mempunyai VISI “Terwujudnya peserta didik yang berkarakter, berbakat, berbudaya serta menjadi pembelajar sepanjang hayat” Dalam upaya mencapai impian (visi) tersebut, SEMPENSAKELA kemudian merangkai berbagai misi dan program unggulan yang selama ini telah dilaksanakan dan selalu dievaluasi bersama. Beberapa program yang menjadi keunggulan SEMPENSAKELA yang sekarang dibandingkan dengan sebelumnya adalah:


Pertama. Upaya penguatan sumber daya guru. Kegiatan ini selalu intens kami laksanakan untuk membantu guru menemukan strategi yang baik dalam merancang pembelajaran. Melalui pelaksanaan KOMBEL SEMPENSAKELA, para guru mendapatkan kesempatan untuk selalu berbagi praktik baik serta berbagi tentang masalah yang mereka temukan pada proses pembelajaran. Kolaborasi dalam mengatasi masalah peserta didik pun terjadi pada saat Kombel dilaksanakan. 


Kedua. Penataan lingkungan sekolah melalui program SEKOLAH BERSERI (Bersih, Sehat, Rindang dan Indah). Melalui habitus hidup bersih dan pelaksanaan P5 “hidup berkelajutan”, sekolah mencoba menata diri menjadi sekolah yang ramah dan mencintai lingkungan, melalui kegiatan penanaman pohon hias, pot bunga setiap kelas, dan juga penataan karya seni peserta didik pada setiap ruang kelas. 


Ketiga. Pengadaan fasilitas pendukung pembelajaran berbasis IT. Beberapa fasilitas diadakan untuk mendukung pembelajaran berbasis IT yaitu proyektor (LCD) dan layar proyektor pada setiap ruang kelas.


Keempat. Penguatan Sumber daya guru untuk pembelajaran berbasis IT. Dalam rangka mendukung terwujudnya pembelajaran berbasis IT, beberapa guru didorong untuk rutin mengikuti pelatihan pemanfaatan aplikasi pembelajaran, seperti quizziz, socrates, canva, dan sebagainya. Terbaru terkait pemanfaatan AI dan Coding seperti scratch, essemblr.edu, para guru selalu diberi ruang untuk berbagi terkait pemanfaatan aplikasi tersebut serta didorong untuk mengoptimalkan pemanfaatan chromebook dan akun belajar. 


Kelima. Dalam upaya pengembangan bakat peserta didik, sekolah mengadakan fasilitas pendukung berupa, alat-alat seni musik (organ musik), alat dan bahan karya seni, alat dan bahan untuk kewirausahaan serta fasilitas olahraga.


Keenam. Salah satu program yang terbaru yang sudah dan sedang kami jalankan adalah SATGAS LINUTER (Satuan tugas Literasi, Numerasi dan Karakter). Program ini kami rancang untuk menjawab tuntutan polemik lemahnya terkait Literasi, Numerasi dan Karakter pada peserta didik kami. Para guru kami dikelompokan berdasarkan karakteristik matapelajaran yang serumpun menjadi satuan tugas, yaitu untuk Satgas Literasi (Bindo, BING, IPS  dan TIK), Satgas Numerasi (IPA dan matematika) dan Satgas Karakter (BK, PKN, dan Agama, PJOK, PLSBD/Mulok). 


Program ini kami kembangkan dari program sebelumnya yaitu MAIGA (Matematika indah dan menyenangkan) dan Bengkel Sastra yang cukup signifikan membawa sekolah kami menjadi urutan kedua peningkatan literasi tingkat kabupaten dan numerasi berada pada kategori menengah. Melalui program Satgas Linuter, diharapkan setiap satgas lebih terfokus mengidentifikasi masalah, merancang solusi, melaksanakan solusi dan mengevaluasi seluruh proses sampai pada langkah solutif yang telah dilakukan. 


Ketuju. Selain KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di sekolah, SEMPENSAKELA juga mengakomodasi setiap niat anak-anak yang ingin belajar pada malam hari. Karena itu, BIMBEL pada malam hari juga selalu dilaksanakan baik melalui daring (untuk guru-guru yang tinggal jauh) dan BIMBEL luring atau tatap muka dilaksanakan oleh teman-teman guru yang tinggal di Kembang Lala. 


Beberapa program di atas sudah dan sedang kami laksanakan, dan semoga cukup membantu menjadi referensi bagi Ende- Ema Asekaen dari anak-anak tamatan SD sekitaran Kembang Lala untuk mempercayakan kami SEMPENSAKELA merajut mimpi anak-anak dari Ende-Ema Asekaen. Kami tentu bukan sekolah yang luar biasa, tetapi kami jamin dengan bermodalkan keyakinan “BERSAMA KAMI, ANAK ENDE EMA ASEKAEN AKAN MENJADI LUAR BIASA”.πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜Š

***

Komentar

Nurcahyadi mengatakan…
Mantab Pak πŸ‘
Tarsianus Janudin mengatakan…
Kern kern Pak,, luar biasaπŸ‘πŸ‘πŸ‘
gjwkarman mengatakan…
Luar biasa SMPN Satap Kembang Lala