Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026
Gambar
Membangun Literasi dari Akar Foto Bersama Fasda Literasi Bpk. Ubaldus Yasir, S.Pd.,Gr Oleh Lodovikus Darman Kegiatan Lesson Study di SMPN SATAP Kembang Lala hari ini sungguh menggambarkan realitas pendidikan Manggarai Timur yang sesungguhnya. Di tengah keterbatasan, kami berkumpul membahas satu hal fundamental bagaimana menumbuhkan budaya literasi pada peserta didik. Bapak Ubaldus Yasir, S.Pd.,Gr sebagai fasda literasi menegaskan kembali kebenaran yang sering terlupakan bahwa guru yang tidak membaca akan kesulitan mendampingi siswanya berliterasi. Pernyataan ini bukan sekadar kritik, melainkan cermin jujur dari kondisi yang harus dihadapi. Pentingnya membaca buku bagi guru tidak dapat dianggap remeh. Guru yang membaca adalah guru yang terus memperbarui pengetahuannya, memperkaya perspektif, dan mengasah kemampuan berpikir kritis. Buku membuka jendela dunia yang melampaui pengalaman pribadi, memungkinkan guru memahami konteks yang lebih luas, teori pendidikan terkini, dan praktik-prakt...
Gambar
  Konseling Sekolah sebagai Praktik Pembebasan Refleksi Kritis atas Pendampingan Psikologis di Ruang Pendidikan Oleh Lodovikus Darman Bimbingan konseling di sekolah sering dipahami sebagai layanan tambahan yang bersifat teknis prosedural, semacam "perbaikan" bagi peserta didik yang "bermasalah". Pemahaman semacam ini mereduksi konseling menjadi instrumen kontrol sosial yang melanggengkan norma-norma institusional, alih-alih menjadi ruang pembebasan bagi subjektivitas peserta didik. Padahal, jika dipahami dan dipraktikkan secara mendalam, konseling sekolah memiliki potensi transformatif yang radikal, bukan sekadar menyesuaikan peserta didik dengan sistem yang ada, tetapi memberdayakan mereka untuk menjadi subjek yang otonom dan kritis. Praktik konseling yang otentik berakar pada relasi intersubjektif yang setara. Ini bukan hubungan antara "ahli" yang memiliki pengetahuan dan "klien" yang pasif, melainkan perjumpaan antara dua subjek yang sama-sama...